Thursday, April 18, 2013

Catatan Kala Hujan


Ditulis di kala hujan.
Ketika tidak ada hal lain yang bisa dilakukan.

Telinga terlalu kenyang mendengarkan ribuan daftar lagu.
Kaki berteriak kesakitan setelah dibuat bergerak, demi membuat bentuk tubuh yang lebih layak.
Akhirnya, hanya jemari yang mulai menari.

Ditulis di kala hujan.
Ketika tidak ada hal lain yang bisa dilakukan.

Sepasang mata hanya terus melihat, mencuri pandang bila sempat.
Hati hanya terus bertanya.. gelisah.. seharian mendorong kepala yang harusnya berisi logika untuk berani mendiamkan teriakan si kaki dan mulai menyuruhnya untuk bergerak.
Tetapi, akhirnya.. hanya jemari yang masih menari.

Ditulis di kala hujan.
Ketika tidak ada hal lain yang bisa dilakukan.

Bibir terus mengatup, hanya melayangkan senyum kala disapa. Setidaknya senyum termanis.
Kepala? Dia hanya mendiamkan si hati yang terus mengeluh, "Ayo kepala, pikirkan sesuatu! Jangan diam!".
Sementara, Jemari terus menari.

Ditulis di kala hujan.
Ketika tidak ada hal lain yang bisa dilakukan.

Memang tidak akan pernah ada yang bisa aku lakukan.
Dia tidak mungkin kudekati, lalu kusentuh, apalagi kukecup.
Hanya bisa dipandangi, dikagumi, dicintai?

Akhirnya, kucintai dirinya lewat jemari yang merangkai deretan kata di sore hari..

Ditulis di kala hujan.
Ketika tidak ada hal lain yang bisa dilakukan.

Hanya memberikan hati untuk seorang pria yang tidak bisa dimiliki.. Lewat tarian jemari.

No comments:

Post a Comment